Nona

Menolak lupa kehadiranmu, saat kau berbahagia. Saat itu, aku pernah berjanji dalam hati, suatu saat nanti kita akan ketemu lagi.

Nona,

Aku yakin kau baik-baik saja saat ini, dalam menjalani keseharianmu. Sudah berapa purnama kita tak bertemu. Tapi tak apa, saat ini kita memang jauh namun masih memandang langit yang sama.

Nona,

Saat itu, aku bahagia melihat senyummu yang tampak bahagia. Walaupun tak lama aku bertemu dan berbincang denganmu. Aku senang dan berbunga-bunga bak semerbak angin yang membawa hujan membasahi ladang gandum.

Nona,

Saat itu, aku belum sepenuhnya mengenalmu hanya ada rasa saja. Tapi, selang beberapa waktu aku masih menjadi asing dihidupmu. Mungkin saat ini pun sama, tapi tak apa.

Nona,

Jikalaupun kau tak bersamaku nanti, aku tetap akan bahagia. Karena kita tetap menjadi asing diantara lautan bintang-bintang yang menyinari kota kita.

Nona,

Sekian.

Pangkuan Sendiri

Sore tadi selepas tarawih, menghabiskan waktu menjamu kehadiran seseorang. Seorang teman bertanya,

P; kamu sendirian aja?

M; iya, sendirian kenapa emang?

P; ngak ngajak temen gitu?

M; temen ku pada sibuk, hehe.

P; hooo..

Menikmati kesendirian dalam rangka menyenangkan hati yang telah bahagia adalah sebuah kewajiban untuk diri sendiri. Bukan berarti tak perlu teman, hanya saja saat ia dibutuhkan dan diharapkan kadang tak selalu hadir dan ada.

Bukan tak ingin bersama, namun kesendirian menjadi kebebasan yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu yang Tuhan berikan. Memahami cerita orang-orang dalam menikmati kesendirian adalah kesenangan.

Bukan tak ingin, hanya saja kesempatan saat ini terlalu sedikit untuk melakukannya. Mungkin nanti.

***