Keluarlah dari Rumah

Rumah adalah tempat yang aman bagi semua orang, begitupun kamar kost’an yang nyaman dan sejuk. Pojokan rumah yang bersemayam sebuah ruang 3×3 m  bahkan lebih membuat orang-orang yang menempatinya merasa aman tanpa harus keluar dari sana.

Kebutuhannya yang sudah memadai membuat nya merasa nyaman dengan keadaan tersebut padahal keluar dari sana, menghirup udara segar tiap berapa jam merupakan anugerah dari tuhan.

Berdiam diri memang menjadi hal yang menarik bagi sebagian orang, terutama saya jika memang tidak ada yang dilakukan saat itu. Berleha-leha di atas kasur yang empuk tak sadar akan waktu yang terus berjalan hingga melewati hari tersebut.

Berdiam diri di kamar ataupun rumah memang asyik, apabila koneksi internet lancar 20 mbps pula, surga dunia sudah.

Perlu disadari kita sebagai makhluk sosial haruslah tetap keluar rumah, karena kebutuhan untuk berbicara kepada orang lain merupakan kebahagian tersendiri serta dapat menebar manfaat bagi banyak orang.

Cobalah berjalan 1 atau 2 km meter dari rumah ataupun kost’an mu, itu akan membuat tubuhmu menjadi lebih sehat ketimbang berdiam diri di kost’an tanpa melakukan apapun.

Memang benar, kita butuh motivasi untuk melakukan sesuatu. Tetapi, menjadi pribadi sosialis yang dapat tersenyum kepada tiap orang yang kita jumpai memiliki makna tersendiri dalam menjalani hidup.

Bukankah di luar sana ada orang-orang yang membutuhkanmu, bisa saja itu teman, sahabat, tetangga, mungkin juga kekasih itupun kalau ada. Tak apa kita menyimpan suka, tetaplah menjadi teman yang baik baginya hingga tiba saat dimana, kau kerumah nya dan mengucapkan salam dan berkata pada ayah nya, “Pak, saya ingin meminang anakmu”.

***

Kebahagian adalah ketika kita dapat menunda kesenangan saat ini dan bersabar untuk mendapatkan kebahagian itu. Sakit memang, aku paham, aku tahu, karena aku juga pelaku dulunya.

Terjebak dalam ruang dan bayang-bayang tak nentu, membuat kita bimbang. Tapi tak apa, itu sudah berlalu kan?

Mari duduk bersama ngobrol lah apapun yang kau suka dan nikmati secangkir kopi hangat bersama teman-temanmu. Itu salah satu alasan untuk keluar dari rumah.

Mari duduk cerita hal-hal yang dapat membawamu kepada impian-impian yang dapat membahagiakan dirimu dan mungkin dirinya, walaupun itu baru sekedar wacana.

Tak apa, setidaknya sudah ada dalam benakmu untuk melakukan hal-hal yang membuatmu bahagia. Berjuanglah dari kemalasan dan rasa nyaman yang selalu mengoda, kau harus berjuang bahkan untuk dirimu sendiri dan juga orang lain.

Carilah alasan-alasan lain untuk keluar rumah agar kau bahagia, bukankah bahagia itu kau yang menentukan?

Seiring membuat dirimu bahagia jangan lupakan satu ini, ialah beribadah kepada Tuhanmu, bukankah ia yang memberikan semua keindahan dan kebahagian dari bangun tidurmu.

Rasa syukurmu menentukan tingkat kebahagian pada hidupmu.

2 thoughts on “Keluarlah dari Rumah

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.