Tidurlah Sudah Pagi

Pagi itu, seperti biasa ia melakukan suatu yang amat kurang kerjaan. Hidupnya tak lekang oleh video-video yutube yang ada di timeline nya. Tak hanya itu kadang juga story instagram yang betebaran. Silih berganti hingga dini hari.

Ia tahu itu tak baik bagi tubuhnya, namun seperti anak muda lainnya ia tetap saja melakukan kebiasaan yang buruk itu, entah sampai kapan ia akan berhenti seperti candu di pagi hari.

Mungkin hingga ia mendapatkan suatu yang baik menurutnya atau baik menurut Tuhannya.

Disisi lain, ada orang pagi ini yang bekerja banting tulang untuk menjalani kehidupan. Terlelapnya tidur kita hingga tak sadar akan hal itu. Guruku pernah berkata, “pada perjalanan kami ke suatu daerah di dalam mobil, ia berkata, dulu pas awal-awal mas pergi ke keluar kota hal yang pertama kali perhatikan adalah orang-orang yang di jalan, sambil bertanya di dalam hati, ngapain ya ibu-ibu jam segini (jam 2-3 pagi) keluar?, ngapain ya bapak itu pakai batik keluar rumah jam segini? dan seterusnya.

Ia juga kan, kenapa? Kenapa ia melakukan itu, buat apa? Kenapa ngak tidur aja di rumah, di kasur yang empuk, bersama keluarga. Kenapa harus keluar rumah dini hari?

Dan ternyata jawaban dari semua itu adalah diri kamu sendiri yang dapat menjawabnya.

Mungkin di sekitar kamu ada yang seperti itu, dan posisi kamu lebih baik daripadanya, bersyukurlah, kamu tidak harus berjuang lebih keras daripadanya untuk mendapatkan hal yang mungkin tidak didapatkannya.

Tiap perjalanan memang punya ceritanya tersendiri, tergantung bagaimana cara kita sendiri untuk mengemasnya menjadi suatu perjalanan yang indah dan bahagia.

Bisa saja bapak dan ibu tadi yang keluar dini hari tidur lebih awal, tetapi ia tidak melakukannya karena yang ia bisa hanya itu untuk berjuang demi anak keluarganya.

Keras memang, tapi itulah kehidupan yang harus dijalani. Mungkin cara kita dan beliau memandang kebahagian berbeda tetapi itulah esensi dari kehidupan.

Persepektif dalam memandang kehidupan adalah kunci dalam menentukan kebahagian dalam diri. Tapi ingat, walaupun berbeda kita tetap bisa bersatu kan?

Jika kamu letih dan ingin tidur, tidurlah aku tak akan memaksa sesunguhnya itulah kewajibanmu yang harus ditunaikan agar engkau tak dzolim pada dirimu.

Berjuanglah dengan sungguh-sungguh, agar impian mu tecapai dan bahagia.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.