Cahaya di Rumah

Malam Telah Tiba

Aku adalah angin saat orang-orang sibuk dengan genggamannya.

Tak heran, jika gelap dan ributnya panggung itu menjadi teman dan taman bermain bagi orang-orang sepertiku.

Lantas, disanalah aku menjadi diri sendiri dan menjadi manusia seutuhnya.

Aku bisa bernyanyi, berdiam diri, berjoget, bersyair, apapun yang ingin aku lakukan tak ada yang memarahi ataupun menghardik.

Lantas, orang-orang sepertiku harus memusuhi malam? Ah, sepertinya tidak.

Aku bersyukur, angin dan malam menjadi teman.

Sebab, disanalah aku menjadi diri sendiri dan menemukan betapa indahnya Ciptaan-Nya.

Malam, juga penentu bagi- sebagian orang untuk bertahan hidup.

Malam juga lah, orang-orang yang senang dan patah hati mengadu kepada Tuhan-Nya.