Hitam, Putih dan Sedikit Cahaya

Cerita itu hanya bisa diceritakan kembali, tak bisa diulang. Apalagi direka ulang, tak mungkin.

Cerita itu hanya bisa didengar, tak pantas rasanya kita berandai-andai akan kenangan itu. Tek elok rasanya.

Cerita itu akan menjadi cerita yang utuh apabila kita saling bertemu dan tertawa bersama, menertawakan cerita itu. Hahaha..

Ini bukan puisi, apalagi cerita.

Kita hanya sebatas spasi diantara kata-kata.

Bukan untuk menyambung kata tapi hanya sekedar pemisah dari satu kata ke kata yang lain.

Jika kamu merasa, bahkan tanpa rasa sedikitpun. Itu baik untukmu, dan bahkan aku mengizinkan hal itu.

Sebagai seorang pencerita aku hanya bisa menceritakan, tanpa melebihkan.

Jika pun ada, ya itu hanya bumbu-bumbu manis untuk menjawab kepastian yang ada.

Agar kita saling tak memangku beban yang seharusnya tak datang saat ini.

Pertama-tama, mungkin kita akan tegang. Selanjutnya akan terbiasa hingga kita tertawa bersama.

Dimeja itu aku melihat kembali senyum bahagiamu, selepas kita bercerita banyak tentang orang disekeliling kita. Akan ketidaktahuan mereka dengan apa yang terjadi.

Akhirnya kita bersepekat bahwa, biarkan saja mereka seperti itu. Ntah sampai kapan, keinginan mereka itu. Toh yang menjalani kita-kita ini, wkwkw.

Sekian..